Selasa, 28 Mei 2013

Jam Pasir, Nenek Moyang Jam Meja

Saat ini, kita semua tentu mengenal jam meja dengan baik. Jam meja yang merupakan alat penunjuk waktu yang personal diletakkan di atas meja dan menjadi semacam hiasan meja juga, sekaligus menjadi penyemangat di kala kita sedang mengerjakan tugas. Jam meja, sekarang ini telah menjadi semacam identitas tersendiri bagi sebagian orang. Dan jam meja indah yang sekarang ini kita dapati, tidak muncul begitu saja. Jam meja yang sekarang ada di masa modern ini, adalah hasil proses berbagai eksperimen para ilmuwan pintar yang mengorbankan waktu, biaya, dan tenaga. Dari hasil kerja keras mereka lah, sekarang kita dapat menikmati jam meja indah yang tergeletak manis di meja kita.


Dan seperti proses pada umumnya, jam meja yang sekarang ada di depan kita, tidak langsung berbentuk jam meja seperti sekarang ini. Jam meja ini melalui berbagai proses untuk akhirnya kemudian menjadi jam meja seperti sekarang ini. Ada sejarah panjang yang kemudian membentuk jam meja menjadi seperti sekarang ini. Seperti komputer misalnya, jika sekarang kita melihat ukuran komputer yang begitu kecil dan simpel, awal komputer ditemukan tidak berbentuk seperti itu bukan? Ya, seperti itulah kira-kira gambaran terhadap jam meja di jaman dahulu. Dulu, jam meja tidak berbentuk seperti sekarang ini.

Ada banyak elemen dan bentuk dari jam sebelum jam meja modern ditemukan. Namun dari yang banyak itu, ada satu jenis jam yang konsepnya membentuk keberadaan dari jam meja itu sendiri. Jam apakah itu? Ya, itu adalah jam pasir. Jam pasir adalah nenek moyang dari jam meja.

Mengapa jam pasir dianggap menjadi nenek moyang jam meja? Ada beberapa faktor yang mendasarinya. Dan tulisan ini akan mencoba membahasnya.

Sebenarnya, sebelum jam meja modern terbentuk seperti sekarang, ada banyak proses dan jenis jam yang diciptakan. Antara lain adalah jam matahari, jam air, jam pasir, jam astronomi, dan barulah jam mekanik. Dan dari berbagai jenis jam itu, jam pasir lah yang menginspirasi adanya jam meja. Apa pasal?

Jenis jam-jam yang lain, rata-rata memiliki ukuran yang besar dan tidak mudah dibawa kemana-mana. Jam matahari dulu bahkan berupa obelisk yang berukuran setinggi gedung pencakar langit. Begitu pula jam air yang berukuran raksasa dan rumit. Sedang jam pasir? Jam pasir memiliki ukuran yang bisa dibawa tangan oleh orang.

Memang ada juga jam pasir yang berukuran raksasa dan tidak dapat dibawa oleh satu orang, namun rata-rata untuk alasan kemudahan, orang jaman itu memilih memakai jam pasir yang berukuran kecil sebagai pegangan. Hal itu menunjukkan, konsep jam personal yang dapat di pindah-pindah dan ditaruh di meja pertama adalah jam pasir itu.


Jam pasir merupakan sebuah penemuan hebat di masanya. Dengan menggunakan media pasir yang mudah didapat dan tidak membeku, membuat jam pasir lebih populer dibanding jam air yang membeku di musim dingin. Jam pasir itu kemudian dimasukkan dalam tabung dengan bentuk yang sempit di tengahnya. Hal itu membuat jatuhnya pasir ke salah satu tempat yang lain menjadi perlahan-lahan. Efek itulah yang kemudian membuat jam pasir dapat digunakan sebagai penghitung waktu.